https://www.facebook.com/pingi.tan2?sk=notesCari Blog Ini

Sabtu, 11 Mei 2013

SYAIR CINTA DARI IBU PARA SUFI (RABI’AH AL-‘ADAWIYAH AL-BASHRIAH) رَبِعَةٌ اَلْاَدَيَةٌ اَلْبَصْرِيَةٌ

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia,  lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan dirimu sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Apa yang terpenting dalam dunia ini? Yang terpenting dalam dunia ini adalah menjaga sesuatu yang di cintai. Karena semua orang bisa saja dengan mudah untuk mencintai segala hal tetapi tidak semua orang bisa menjaga dengan mudah apa yang dicintai tersebut.
Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan jika aku sangat mencintainya kalau satu saja permintaannya tidak bisa aku lakukan. (
Berlinang air mata hatiku, tentang syair pelita matiku. Dimana jiwa asal riwayatku, merana kecewa sesal akhiratku. Jiwaku tumbuh bersama godaan, mengembun hilang bersama kenyataan. Dimana surga tempat menanti, diakhirat kelak diakui berarti.
Cahayamu, cahaya yang suci lagi mulia. Sucinya Cahayamu, sesuci para Bidadari yang ada dalam surga dan mulianya Cahayamu semulia para Malaikat yang mendiami tiap-tiap lapis langit. 
Aku hanya ingin dia mau “TAHU” kalau aku sangat mencintai dia dan aku hanya ingin dia mau “MENGERTI” kalau semua pengorbanan ini sebagai ketulusan cintaku padanya.
Caraku mencintai Dia adalah dengan berkorban Perasaan dan Waktu walau Aku Tahu, Aku sangat terluka Melakukannya. Dan caraku memanjakan Dia adalah dengan mengorbankan Cita dan Cintaku walau Aku Tahu, semua itu membuatku menangis.
Kebahagiaannya adalah senyumku walaupun sebenarnya Aku menangis dan tak Rela melihat Dia bahagia dengan orang lain. Tapi Aku selalu mencoba dan selalu mencoba untuk menerimanya walau Aku Tahu, Aku tidak pernah bisa menerimanya. Tapi inilah Cinta yang paling TULUS dariku untuk Dia
Aku ingin kamu menjadi yang halal untuk aku cintai dan aku menjadi yang halal pula untuk kamu cintai. Aku juga ingin kamu menjadi penyempurna sebagian agamaku disisi Allah dan aku menjadi penyempurna sebagian agamamu disisi Allah.
Mukamu selalu terbayang dalam benakku dan namamu selalu ku ucapkan dalam lidahku dan tempatmu dihatiku. Maka kemanakah engkau menghilang dariku?
Cintaku padamu ada dua, cinta asmara dan cinta haq buatmu. Cinta asmara…, penuh ingat dan sanjungan padamu. Ada pun cinta haq karena terbuka ta’bir melihatmu. Tak ada puji untuk ini, dari itu aku tak berhaq tapi dalam kedua cintaku itulah puji bagimu. (Rabi’ah Al-‘Adawiyah)
Jangan mengangumi seseorang dari kelebihannya, percayalah! Jika satu saja kekurangannya yang kamu dapatkan, kamu pasti sangat kecewa. Tetapi kagumilah seseorang mulai dari kekurangannya, suatu saat nanti jika kamu menemukan kelebihannya, kamu pasti sangat bahagia.)
Aku disini menunggu kembalimu bukan hanya sekedar ingin menjadi kekasih dalam hidupmu, tetapi aku disini menunggu kembalimu ingin menjadi Imam dalam imanmu.

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau, Karuniakan kepadaku di dunia ini, Berikanlah kepada musuh-musuhMu. Dan apa pun yang akan Engkau, Karuniakan kepadaku di akhirat nanti, Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu, Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku. (Rabi’ah Al-‘Adawiyah)
Aku mengabdi kepada Tuhan, Bukan karena takut neraka, Bukan pula karena mengharap masuk surga. Tetapi aku mengabdi, Karena cintaku padaNya. Ya Allah, jika aku menyembahMu, Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahMu, Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembahMu, Demi Engkau semata, Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu Yang abadi padaku. (Rabi’ah Al-‘Adawiyah)
Banyak orang yang mengatakan definisi cinta ini dan itu tetapi bagiku cinta itu adalah Melupakan Untuk Mencintai.
Aku selalu memegang erat cintaku padamu dengan kedua tanganku. Jika kedua tanganku terlepas, Aku akan mengejar cintamu dengan kedua kakiku. Jika kedua kakiku pun terlepas, Aku akan menahanmu dengan ragaku yang masih tersisah dan jika ragaku yang masih tersisah itu pun hancur, Aku akan menjaga cintaku padamu dengan tatapan mataku. Jika tatapan mataku pun buta, Aku akan berteriak memanggilmu, jika suaraku pun habis, Aku akan mendengarkan langkahmu dengan telingaku. Jika masih tidak bisa juga untuk menahanmu pergi, Aku pun akan mengingatmu dalam hatiku. Jika hatiku pun larut dalam keputus asaan, Aku akan rasakan cintaku padamu selamanya walau Aku hancur berantakan menjadi bagian-bagian kecil. Namun kalau belum bisa juga, Aku akan memelihara cintaku dalam jiwaku sekali pun jiwaku kan lenyap. Kalau masih belum bisa lagi, Aku akan menunggumu dalam surga. Dan bila di surga kelak, kita belum berjodoh, Aku akan berlutut memohon kepada Sang Ilahi agar Aku di tempatkan di surga yang sama dengamu. Namun bila permohonanku tidak di kabulkan, Aku akan memohon dua kali, kalau masih belum bisa, Aku akan memohon tiga kali, jika masih belum bisa, Aku akan memohon belasan kali, puluhan kali, ratusan kali, ribuan kali, jutaan kali sampai seterusnya hingga Tuhan mau mengijabah permohonanku. 
Bulan Rajab memang bulan yang istimewa
Dibulan ini pulalah shalat di perintahkan
Dan dibulan ini juga Anugerah Tuhan Aku rasakan
Sebuah Kekusaan yang menambah iman
Gerhana bulan yang ku ingiringi dengan do’a
Walaupun awan-awan putih di pagi buta menutupi cahayanya
Aku bangun dan menanti
Bak sebuah harapan yang pasti
Bukan dengan sia-sia seperti didunia nyata
Menanti kekasih yang menjadi tambatan hati
Aku isi disetiap do’a disaat gelap memakan cahaya redupnya
Do’a masa depan yang Aku impikan
Bidadari yang Aku cinta dalam kehidupan
Menjadi teman hidup sekali seumur hidup
Aku berdo’a dalam dinginnya malam ini
Sebuah do’a pengharapan pada sang Khalik
“Ya Allah! Jadikanlah dia jodohku

Seorang Bidadari ‘Aina yang membawa Mata Air Surga
Memberiku arti hidup dalam cinta,
Dalam kehausan cintaku pada-Mu
Berfikirku tuk membangun sebuah keluarga
Bersamanya, ya hanya bersamanya”
”Tuhan, Aku hanya ingin hidup bersamanya
Hidup dalam Ridha surga dunia-Mu
Aku tak meminta untuk masa depanku
Melainkan hanya dia
Dibawah sinar bulan purnama-Mu ini
Aku sujudkan do’aku untuk sebuah pengharapan
Sebuah jodoh yang Aku inginkan
Seorang Gadis yang di cintai
Lahir dan bathin
Dialah
Dialah yang selalu ada dalam hatiku
Sekalipun dia selalu menghindariku
Aku tetap memohon Kasih dari-MU
Jadikanlah dia jodohku kelak
Menjadi pelengkap ibadahku padaMu
Dia yang Aku cinta
Selalu Aku cinta
Dia bidadariku
Yang sering ku sebut dengan panggilan kasihku
“Cahayamu”


Terukir indah nama di patahan nisan
Membuat smua mata bertanya dalam lisan
Siapakah raga yang meninggalkan nama?
Raga yang mati muda, tidur untuk waktu yang lama
Kini smua pandangan tlah melihat
Sebuah nama di nisan putih yang terpahat
Tulisan nama yang slalu berbicara
Demi pengorbanan cinta dengan segala cara
Akulah Sang Penghuni Surga Jannatu Firdaus
Pemilik nama di nisan putih yang terpahat bagus
Akulah nama yang dulu ada dalam percintaan
Pemilik cinta yang berakhir dengan kematian

Lilin kecil yang bercahaya merdu terangi luka yang benyanyi lirih dalam gelombang waktu penantian yang sia-sia. Aku terjerat di sekian banyak kenangan yang pahit untuk Aku kenang, ciptakan problema hidup yang menemani perjalananku menggapai cita-citaku di atas Arasy Agung. Sungguh berat langkah ini lagi susah beban yang Aku pikul di sunyinya syair yang berlagu di ruang hampa tanpa adanya putih bintang yang menghiasinya. Jika ada jalan yang Aku tempuh lurus tanpa luka yang menggores di setiap tulisan tanganku, Aku akan sangat bersyukur dan bersembah sujud kapada Ilahi Rabb. Namun Aku hanya selalu menghayal akan senyum seorang Bidadari yang menyambutku dari kejauhan dan menyalamiku dengan cinta.
Malam panjang yang senyu senyap, bagai kuburan yang mati namun bernyawa, selalu ada rasa bosan yang terkirim oleh kekasih angin malam yang menusuk tulang hati. Duri itu semakin tumbuh membesar dalam kecewa yang tercipta untukku. Tak ada yang mencintaku apa adanya, menjadi teman hidupkuu di dunia fana ini, api yang selalu membara membakar setiap kalimat cinta yang terucap dahulu, air telah menghanyutkannya di kenangan pahit, angin telah menerbangkannya ke masa yang paling sulit di tempuh dan tanah sudah membuatnya menjadi keping-keping bebatuan yang tak di anggap lagi. Putus langit meminta maaf karena kecintaannya kepada orang lain.
Bila datang masanya Aku akan pergi dari lelah letihnya hidup ini, apakah yang Aku dapatkan di tempat lain yang jauh di ujung sana? Aku sungguh tidak tahu dan ingin mau tahu tapi Aku belum ingin pergi ke tempat itu karena Aku belum bisa membahagiakan dua orang yang sudah memberiku hidup di dunia ini.
Disana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau dengan isteri-isterinya. Dua ratus meter dari Istana, aku bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga. Aku besertamu orang-orang malang. (Soe Hok Gie)
“akhirnya semua akan tiba, pada suatu hari yang biasa, pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui, apakah kau masih berbicara selembut dahulu? memintaku minum susu dan tidur yang lelap? sambil membenarkan letak leher kemejaku”
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi, kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram, meresapi belaian angin yang menjadi dingin
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu,ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
Lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita.
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta”
Haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu.
Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru. (Soe Hok Gie: April 1969)
Oh cahaya memancar dalam hati, kemarilah!
Tambahan nurani dan segala harapan, datanglah!
Wahai pendahulu yang Aku lebih dahulu darimu,
Yang memikki cinta sejati, kemarilah!
Wahai kesenangan dan kebahagiaan manakah datang
Dan wahai kesusahan dan kesedihan apabila hilang
Engkau laksana mentari nan dekat namun jauh
Wahai orang yang dekat namun jauh, kemarilah!
(syekh Jalaludin Ar-Rummi)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. ..
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, ...
dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ....

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, ..
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ....

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, ..
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, ...
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini ...

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, ..
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ..
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Senin, 29 April 2013

Rambu Rambu Lalu Ngapak

Siki nyong arep ngaweh ngerti maring kowe pada ya.. Kiye tulung pada di rungokna.. Tulung..tulung..tulung ... *malah suarane kaya lagi ana maling*. Dadi nyong arep njelasna karo rika pada sing arane Rambu Rambu Lalu Ngapak (maksude Lintas jane) tapi Nini Lintas lagi matun kae neng sawah. Jorna bae lah.. Aja di gawa-gawa.


Nah tanda kiya artine Ora Olih Dodolan Es. Siki kiye lagi musim udan, ya ora olih dodolan es. Mengko mbok pada pilek. Umbelen mengko rika pada. Dlangap-dlongop umbele kaya clurut metu sekang leng.



Nek kiye artine Aja Menceng-Menceng. Ya nek urip kuwe ya sing lempeng bae (contone kuwe nek wis sunat "kae"ne kan lempeng. #lho). Dadi nek nggawa motor kuwe sing lempeng bae pokoke, neng ngarep ana jurang ya terus lempeng bae.
Kiye artine aja wani-wani. Anu wong galak. Wani nyalip gelem di keplak si ndase. Mlenong mengko rika. Dadi nek rika neng mburi ya ora usah nyalip-nyalip. Nek sing neng ngarep lagi mandheg ya rika kudu melu mandheg. (kapan gutuleeee).


Kiye artine anu uwis sesek. Wis ora medheng. Ya wis ora bisa mlebu. Anu njerone isine runtah ndean, apa anu kandang macan deneng ora olih mlebu. Dadi ora nana istilah Salome. *apa hubungane njajal*


Siki nyong takon, rika lagi ngapa kuwe?? lagi ora nana pegawean apa?? lagi macani apa sih?? Sing sekolah mbok ya sinau, sing kuliah ya mbok nggarap tugas.. Malah lagi ngapa sih rika pada, maca tulisane nyong sing ora nggenah. RIKA NJALUK DI PENTHUNG APA!!!




Kuwe mau Rambu Rambu Lalu Ngapak. Wis mudeng apa urung rika pada?? 
Moga bae ora mudeng, tambah gemblung sih iya ndean. Sukur lah ben koe pada ana batire.
Wis lah kesel tangane ngetik bae.

Darimana Syaithon Masuk Dalam Tubuh KIta



Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia
Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenarnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:
1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.
2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.
3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata: Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya. Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
· Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
· Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
· Mengganggu ketaatan kepada Allah
· Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
· Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
· Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani
4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.
5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.
6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.
7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.
8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).
Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.
9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.
10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.
Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan tetapi orang munafik selalu mencari cela orang lain.
Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mampu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia
Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokoh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya masih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)
Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kata. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita
walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasai hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian dari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsung takut. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)
Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)
Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi diri dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang akan dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak masuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong
Allah SWT berfirman :
Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)
Wallohu a’lamu bis showab. 

KASIHILAH IBUMU SELAGI IA MASIH HIDUP

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. 
Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. 

Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. 
Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. 

Beberapa waktu kemudian ia pu menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. 


Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. "Kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Tidak ada kasih dan cinta yang lebih dari segalanya selain kasih dan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibumu akan berbuat apa saja untuk melindungi dan menolong engkau saat dalam bahaya"."Sekali lagi, kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Esok mungkin terlambat"

Minggu, 31 Maret 2013

syair sufistik

Letak Kebenaran
Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,
Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.

Rahasia yang Tak Terungkap
Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.
Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia yang tak terungkapkan.

Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

Hati Bersih Melihat Tuhan
tiap orang melihat SeYang Tak Terlihat
dalam persemayaman hatinya.
Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah
ia menggosok hati tersebut.
Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,
maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat
semakin nyata baginya.

Kesucian Hati
Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati
ialah melalui kerendahan hati.
Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan
Bukankah Aku Tuhanmu?

Memahami Makna
Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.
Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.
Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.
Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara
makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan
berasal dari Lautan-Mu.

Tuhan Hadir dalam Tiap Gerak
Tuhan berada dimana-mana.
Ia juga hadir dalam tiap gerak.
Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.
Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.
Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.

Lihatlah yang Terdalam
Jangan kau seperti iblis,
Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.
Lihatlah di balik lumpur,
Beratus-ratus ribu taman yang indah!

Keterasingan di Dunia
Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?
Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,
Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.
***

PUASA MEMBAKAR HIJAB

Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

syair qw sufistik

وَمَا سُمِّيَ الإنْسَانُ إِلا لِنَسْيِهِ * وَ سُمِّيَ القلبُ لأنه يتقلَبُ Tidak dinamakan insan melainkan kerana sifat lupanya, dan dinamakan hati qalbu kerana ia berubah- ubah وعين الرضا عن كل عيب كليلة * كما أن عين السخط تبدىالمساويا Pandangan simpati menutup segala cela Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat إذالم يكن إلا الأسنة مركب * فماحيلة المضطر إلا ر كوبها “Apabila tidak ada yang lain melainkan hanya tombak untuk dikendarai Maka tidak ada jalan lain bagi yang terpaksa kecuali menaikinya.” اًحرام علي بلابله الوح * حلال للطير من كل جنس Apakah pohon besar itu haram bagi burung bulbul Tetapi halal bagi burung jenis lainnya اًوكلما طن الذباب زجرتته إن الذباب إذاعلي كريم Apakah setiap lalat yang berisik haruskah kuusir Kalau begitu lalat sangatlah mulia bagiku و من جعل غراب له دليل * يمربه علي جيف الكلاب “Barangsiapa yang menjadikan burung gagak sebagai dalil Maka ia akan membawanya melewati bangkai-bangkai anjing” قل بما شئت في مسبة عرضي فسكوتي عند اللئيم جواب ما أنا عادم الجواب ولكن ما من الأسد أن تجيب الكلاب Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku Toh, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban Bukanlah artinya aku tidak punya jawaban, tetapi Tidak pantas bagi seekor singa meladeni anjing-anjing (Diwan asy-Syafi’i hal. 44, tahqiq DR. Imil Badi’ Ya’qub) إذا ما الأصل ألفي غير زاك فما تزكو مدى الدهر الفروع Apabila Pondasinya tidak kuat Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ? Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــ النص فهي على السفاه دليل Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil والحق منصور وممتحن فلا تعجب فهذي سنة الرحمن Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian, maka janganlah Heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah). Imam Ibnul Qoyyim di dalam al-Kafiyah asy-Syafiyah (217) وإذا لم تر الهلال فسلم لأناس رأوه بالأبصار Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala لو كنت تعلم ما أقول عذرتني أو كنت أعلم ما تقول عذلتكا لكن جهلت مقالتي فعذلتني وعلمت أنك جاهل فعذرتكا Seandainya kamu faham ucapanku niscaya kamu akan memaafkanku Atau aku mengetahui ucapanmu maka aku mengkritikmu Tetapi engkau tidak faham ucapanku sehingga mencelaku Dan aku tahu bahwa kamu tidak faham maka aku memaafkanmu تكاثرت الظياء على خراش فما يدري خراش ما يصيد Kijang itu begitu banyak di hadapan Khirasy (sebangsa serigala) Sehingga dia tidak tahu mana yang harus diburu terlebih dahulu سارت مشرقة وسرت مغربا شتان بين مشرق ومغرب Dia berjalan ke timur dan aku berjalan ke barat Aduhai alangkah jauhnya timur dan barat احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka Sebab petaka itu bergantung pada ucapan فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان Di sisi kalian dusta itu sangat murah harganya Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ Janganlah engkau menyelam ke suatu pembicaraan yang engkau tidak berhak mendengarkannya و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ? Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui لكل مقال مقام و لكل مقام مقال “Setiap ucapan ada tempatnya dan setiap tempat ada ucapannya tersendiri.” لاَ يَحْمُدُ السَّيْفُ كُلَّ مَنْ حَمَلَهُ Pedang itu tidak memuji setiap orang yang membawanya كل يدعى وصلابليلى وليلى لاتقرلهم بذاك Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila Namun Laila memungkiri pengakuan-pengakuan mereka tersebut فَعَلَيكَ بِالتَفصِيلِ وَالتَبيِينِ فَال إِطلاَقُ وَالإِجمَالُ دُونَ بَيَان قَد أَفسَدَ هَذَا الوُجُودَ وَخَبَّطا ال أَذهَانَ وَالآراءَ كُلَّ زَمَانِ Haruslah engkau memperinci dan menjelaskan Penjelasan global tanpa perincian Telah merusak alam ini dan membingungkan Akal pikiran setiap zaman. Ibnul Qayyim وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya قَوْمٌ إِذَ الشَّرُّ أَبْدَى نَاجِذَيْهِ لَهُمْ طَارُوا إِلَيْهِ زَرَفَاتٍ وَوُحْدَانٍ Bila kejelekan menampakkan kedua taringnya pada suatu kaum maka mereka akan menyerangnya secara berkelompok dan sendiri-sendiri شِرَاءُ النُّفُوسِ بِالإِحْسَانِ خَيْرٌ مِنْ بَيْعِهَا بِالعُدوَانِ Membeli jiwa dengan berbuat kebajikan itu lebih baik daripada menjualnya dengan permusuhan حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْ لَكَ اللَّهُ نَجَاحًا Sekiranya engkau menempuh jalan yang lurus niscaya Alloh akan memastikan kesukesan bagimu أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan رَسْمِ دَارٍ وَقَفْتُ فِي طِلَلِهِ كِدْتُ أَقْضِي الحَيَاةَ مِنْ جَلَلِهِ Telah berapa banyak bekas-bekas rumah yang aku telah berhenti pada bekas reruntuhannya Yang hampir saja umurku kuhabiskan untuk itu… أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan Ketahuilah wahai saudaraku… لاَ يَضُرُّ السَحَابَ نُبَاحُ الكِلاَبِ

Sumber : http://goresanhati-ku.blogspot.com/2012/08/syair-sufi.html
dari Andryemos.blogspot.com